Jika versi regulernya saja sudah berani tampil "ugal-ugalan", Infinix Note 60 Pro datang membawa kejutan yang jauh lebih radikal di sektor dapur pacu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Infinix menanggalkan tradisi panjang mereka yang selalu setia pada MediaTek dan beralih ke kubu Qualcomm dengan menyematkan chipset Snapdragon 7s Gen 4. Langkah ini jelas merupakan momen bersejarah sekaligus sinyal tegas bahwa Infinix tidak lagi hanya ingin dikenal sebagai jagoan "HP murah berotot", melainkan siap bertarung memperebutkan gengsi di kelas menengah yang lebih bergengsi.
Namun, kehadiran nama besar Snapdragon selalu berjalan berdampingan dengan potensi taktik upselling dan ekspektasi konsumen yang melambung tinggi. Di kelas harga yang otomatis ikut merangkak naik ini, reputasi kencang Qualcomm tidak bisa lagi dijadikan tameng untuk menutupi kompromi klasik, mulai dari pemangkasan fitur fisik hingga masalah optimasi antarmuka. Mari kita bedah secara tuntas apakah adopsi Snapdragon 7s Gen 4 pada Note 60 Pro ini benar-benar menghadirkan lompatan pengalaman yang sepadan dengan harganya, ataukah sekadar gimik pamer merek demi memeras dompet Anda lebih dalam.

Sumber gambar: erafone.com
Spesifikasi Infinix Note 60 Pro
- Rilis
- Februari 2026
- Jaringan
- 2G / 3G / 4G / 5G
- Dimensi
- 162,37 x 77,17 x 7,45 mm
- Layar
- 6,78" AMOLED
Refresh rate up to144Hz
Resolusi 1208 x 2644 (1.5K) - Sistem Operasi
- XOS 16 (Android 16)
- Chipset
- Snapdragon 7s Gen 4
- GPU
- Adreno GPU A810
- RAM & ROM
- 12 | 256GB , 8 | 256GB (LPDDR5X | UFS 2.2)
- Kamera Belakang
- 50MP Kamera utama, 8MP Kamera ultrawide
- Kamera Depan
- 13MP
- Baterai
- 6.500mAh (nilai tipikal), 90W Charging, 30W Wireless charging
- IP Rating
- IP64 (tahan debu dan cipratan air)
- Sensor
- G-Sensor, Kompas Elektronik (E-Compass), Giroskop, Sensor Cahaya, Sensor Jarak Optik, Sidik Jari di Dalam Layar, Motor Getar, dan Infrared Blaster.
- Warna
- Mist Titanium, Deep Ocean Blue, Solar Orange, Mocha Brown, Torino Black, Frost Silver..
- Harga
- Mulai Rp 5.199.000
- Paket Penjualan
- Ponsel, Adaptor, Kabel USB Tipe A to C, Alat pembuka SIM, Casing pelindung, Paket dokumen & perdana Axis.
Kelebihan
- Debut Perdana Snapdragon 7s Gen 4 yang Lebih Matang: Pertaruhan Infinix menanggalkan MediaTek demi Qualcomm di Note 60 Pro terbayar cukup manis di sektor performa harian maupun gaming. Ditenagai Snapdragon 7s Gen 4 dengan sokongan GPU Adreno A810 dan RAM LPDDR5X hingga 12 GB, varian Pro ini menyajikan stabilitas frame rate dan efisiensi termal yang lebih konsisten dibanding saudaranya yang memakai Dimensity. Arsitektur Adreno juga memberi keuntungan tak kasat mata bagi para pehobi gaming dan emulation, sektor yang secara historis memang lebih bersahabat dengan optimasi pengembang aplikasi dibanding GPU Mali. Lonjakan performa ini terasa kian solid saat disandingkan dengan refresh rate 144Hz, menghasilkan pengalaman gulir antarmuka dan navigasi yang sangat responsif tanpa drama panas berlebih.
- Baterai 6.500 mAh dengan Lompatan Pengisian Daya 90W: Jika pengisian daya 45W pada versi reguler terasa pas-pasan untuk mengisi baterai berkapasitas 6.500 mAh, varian Pro secara cerdas menjawab keluhan tersebut lewat peningkatkan drastis ke 90W wired charging. Pemangkasan waktu isi ulang ini menjadi pembeda yang sangat nyata dalam penggunaan harian, membuat proses pengisian daya baterai monster tidak lagi menyita waktu terlalu lama. Lebih impresifnya lagi, Infinix tetap berhasil mempertahankan kemewahan fitur wireless charging 30W serta profil bodi yang terbilang sangat tipis di angka 7,45 mm. Kombinasi stamina panjang, pengisian kabel secepat kilat, dan fleksibilitas charging nirkabel di rentang harga Rp5 jutaan ini jelas merupakan paket daya yang amat solid.
- Inovasi LED Belakang Interaktif dan Kustomisasi Tanpa Batas: Salah satu fitur yang paling mencolok dan menjadi kelebihan unik dari Infinix Note 60 Pro adalah panel LED yang terletak di samping modul kamera belakangnya. LED ini bukan sekadar lampu indikator notifikasi biasa, tetapi sebuah area tampilan interaktif yang dapat disesuaikan sepenuhnya oleh pengguna. Melalui pengaturan yang intuitif, panel ini dapat menampilkan berbagai informasi berguna seperti waktu saat ini, persentase sisa baterai, efek visual yang dinamis saat bermain game, dan bahkan tulisan berjalan (scrolling text) yang dapat dikustomisasi sesuai keinginan Anda. Fitur ini tidak hanya memberikan sentuhan futuristik dan personal pada smartphone Anda, tetapi juga meningkatkan fungsionalitas dan kenyamanan penggunaan sehari-hari, memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda dari smartphone lain di kelasnya.
- Rangkaian Material Premium & "Gimmick" Ekstra yang Overkill: Jika varian reguler masih harus berkompromi dengan material bodi standar, versi Pro ini akhirnya benar-benar naik kelas. Penggunaan rangka aluminium alloy memberikan sensasi genggaman yang padat, solid, dan mahal, jauh dari kesan ringkih khas ponsel plastik kelas menengah. Namun, hal paling gila dari Note 60 Pro adalah bagaimana Infinix seolah menumpahkan seluruh ide liar tim R&D mereka ke dalam satu perangkat. Selain Active Matrix Display di punggung bodi yang sangat eye-catching (konsep tulisan "Gadget is Smile" bergaya dot-matrix pada gambar yang Anda lampirkan itu benar-benar eksekusi desain yang brilian!), Anda juga disuguhi segudang fitur ekstra. Mulai dari speaker stereo hasil racikan JBL yang lantang, infrared blaster untuk remot dadakan, tombol pintas khusus, hingga fitur nyeleneh tapi inovatif berupa sensor pemantau detak jantung yang ditanamkan pada tombol power. Ini adalah paket "palugada" (apa lu mau gue ada) yang sukses membuat pabrikan pesaing di harga lima jutaan terlihat sangat pelit fitur.
Kekurangan
- Bodi Boleh Elit, Kena Air Tetap Menjerit (Proteksi Hanya IP64): Ironi terbesar dari embel-embel "Pro" pada Note 60 Pro justru terletak pada ketahanannya terhadap alam. Membalut bodi dengan material aluminium alloy yang kokoh dan layar matriks interaktif rupanya membuat Infinix kehabisan anggaran (atau nyali) untuk merapatkan celah bodinya. Ponsel ini masih tertahan di sertifikasi IP64 yang notabene persis dengan versi regulernya. Secara teknis, ia hanya kebal terhadap debu dan cipratan air ringan. Membawa status "Pro" dengan banderol harga menyentuh lima jutaan, ketiadaan sertifikasi IP68 atau IP69 jelas sebuah "komedi" yang sulit dimaafkan. Di saat ponsel pesaing di kelas harga yang sama sudah berani diajak berenang atau dicuci di bawah keran, pemilik Note 60 Pro harus rela mengelus dada dan segera mengamankan HP-nya ke dalam tas saat gerimis mulai turun.
- Embel-embel "Pro" Gugur di Kamera Sekunder: Sayangnya, kemewahan spesifikasi di sektor dapur pacu dan desain seolah menyedot habis dana pengembangan Infinix untuk sektor fotografi pelengkap. Note 60 Pro ternyata masih terjebak dengan konfigurasi kamera ultrawide 8 MP dan kamera depan 13 MP, spesifikasi usang yang plek-ketiplek sama dengan versi regulernya. Untuk sebuah ponsel yang mematok harga di atas lima juta rupiah pada tahun 2026, menyematkan resolusi sekecil ini terasa seperti sebuah "penghinaan" bagi para kreator konten. Imbasnya sudah sangat bisa ditebak: hasil jepretan ultrawide-nya akan mengalami penurunan detail yang drastis dan rawan belang warna (color shifting) jika disandingkan dengan lensa utama 50 MP-nya. Sementara itu, kamera swafoto 13 MP-nya memaksa Anda untuk sangat bergantung pada limpahan cahaya matahari demi hasil yang layak tayang di media sosial. Di sektor ini, status "Pro"-nya benar-benar hanya sekadar pajangan brosur.
- Harga yang Mulai Menembus Batas Psikologis (Rp5 Jutaan): Kenaikan kasta menuju ekosistem Snapdragon dan material premium rupanya menuntut "tiket masuk" yang lebih mahal. Dengan banderol awal yang menyentuh angka Rp5.199.000, Infinix Note 60 Pro resmi keluar dari zona nyaman "raja HP murah" dan merangsek ke arena pertempuran kelas menengah yang jauh lebih ganas. Harga yang sedikit melonjak ini otomatis menempatkannya berhadap-hadapan langsung dengan raksasa lama seperti Samsung, Xiaomi, atau Poco yang sudah memiliki rekam jejak pembaruan perangkat lunak (software update) yang lebih panjang dan matang. Bagi kaum "mendang-mending" yang selama ini memuja Infinix murni karena harganya yang sangat miring, lompatan harga menembus batas psikologis kepala lima ini jelas akan membuat mereka berpikir dua atau tiga kali sebelum membongkar tabungan.
Kesimpulan
Infinix Note 60 Pro sejatinya adalah sebuah anomali memikat yang lahir dari ambisi besar untuk melepaskan diri dari bayang-bayang stigma "raja HP murah". Dengan menebusnya di angka lima jutaan, Anda pada dasarnya membawa pulang sebuah mesin komputasi tangguh berbalut estetika flagship yang nyaris irasional. Transisi berani menuju ekosistem Snapdragon 7s Gen 4, disandingkan dengan baterai badak 6.500 mAh berteknologi pengisian daya 90W dan bodi aluminium berhias LED matriks interaktif, menjadikan perangkat ini sebagai "monster" tongkrongan sejati. Bagi para gamer, kalangan tech-savvy, atau mereka yang sekadar mendambakan ponsel dengan faktor wow maksimal, Note 60 Pro menawarkan kepuasan visual dan performa yang sangat sulit ditandingi oleh kompetitor di kelasnya.
Namun, di kelas harga yang kini resmi menembus batas psikologis lima juta rupiah, tuntutan konsumen tentu berubah drastis. Label "Pro" pada gawai ini seketika terasa seperti sebuah ilusi optik ketika Anda menyadari bahwa Infinix terpaksa menganaktirikan kualitas kamera sekunder dan menahan diri di sertifikasi tahan air IP64. Di rentang harga ini, kompromi tersebut menjadi celah fatal saat dihadapkan pada jenama raksasa pesaing yang menawarkan paket all-rounder dan dukungan perangkat lunak yang lebih matang. Pada akhirnya, Infinix Note 60 Pro bukanlah sebuah gawai untuk semua orang. Ia murni sebuah "mobil balap" modifikasi yang dirancang spesifik untuk memuja performa, daya tahan baterai, dan pamer gengsi visual. Jika Anda sanggup berdamai dengan kualitas kamera seadanya dan berani merogoh kocek lebih dalam untuk sebuah inovasi desain, ponsel ini adalah godaan brutal yang dijamin membuat pasar kelas menengah kembali berkeringat dingin.
