Jika varian F8 Pro masih senang bermain di area abu-abu antara "flagship killer" dan kompromi harga, POCO F8 Ultra datang untuk mendobrak meja perundingan tanpa rasa ampun. Ketika sebuah gawai POCO mulai berani melangkahi teritori harga belasan juta rupiah, narasi lawas tentang "ponsel murah spek dewa" praktis harus diubah total. POCO tidak lagi sekadar ingin menjadi pemenang di atas kertas lewat angka benchmark, melainkan menuntut pengakuan sebagai flagship sejati yang siap merusak dominasi para penguasa takhta mapan.
Namun, melompat ke kasta harga yang jauh lebih tinggi berarti memperlebar celah ekspektasi. Di level premium ini, konsumen tidak lagi bisa disuap hanya dengan prosesor kencang atau kapasitas baterai besar, melainkan menuntut kesempurnaan tanpa kompromi di setiap lini, mulai dari kemewahan visual, sektor audio, hingga durabilitas kelas atas. Melalui ulasan ini, kita akan mengupas tuntas apakah POCO F8 Ultra benar-benar sebuah mahakarya superior yang layak menyandang harga mahalnya, ataukah ia sekadar taruhan mahal yang terjebak dalam ambisi berlebihan dari sang "pemberontak" pasar.

Sumber gambar: Xiaomi Indonesia
Spesifikasi Redmi POCO F8 Ultra
- Rilis
- Februari 2026
- Jaringan
- 2G / 3G / 4G / 5G
- Dimensi
- 163,33 x 77,82 x 7,9 - 8,3 mm
- Layar
- 6,9" AMOLED Display
Refresh rate Hingga 120Hz
Resolusi 2608 x 1200 (1,5K) - Sistem Operasi
- Xiaomi HyperOS 3 (Android 16)
- Chipset
- Snapdragon 8 Elite Gen 5
- GPU
- Adreno
- RAM & ROM
- 16 | 512GB (LPDDR5X | UFS 4.1)
- Kamera Belakang
- 50 MP Kamera utama, 50 MP Kamera telefoto, 50 MP Kamera ultrawide
- Kamera Depan
- 32 MP
- Baterai
- 6.500mAh (Standar), 100W HyperCharge, 50W HyperCharge nirkabel.
- IP Rating
- IP68 (tahan debu total, dan rendaman air)
- Sensor
- Sensor jarak, Sensor cahaya sekitar, Akselerometer, Kompas elektronik, Giroskop, IR blaster, Sensor kedip, Motor getaran linear sumbu X, Sensor Suhu Warna.
- Warna
- Black, Denim blue.
- Harga
- Mulai Rp 11.999.000
- Paket Penjualan
- Ponsel, Adaptor, Kabel USB Tipe C, Alat pembuka SIM, Casing pelindung, Panduan memulai cepat, Kartu garansi.
Kelebihan
- Performa Ekstrem Snapdragon 8 Elite Gen 5 & VisionBoost D8: Sebagai kasta tertinggi yang memimpin tahta, POCO F8 Ultra tentu tidak boleh main-main di sektor dapur pacu. Ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 berfabrikasi 3nm, ponsel ini langsung melompat ke generasi performa yang jauh lebih buas dan efisien dibanding pendahulunya. Tidak hanya mengandalkan otot mentah semata, POCO juga menyematkan teknologi VisionBoost D8, sebuah co-processor visual khusus yang dirancang untuk menjaga kestabilan frame rate agar tetap terkunci rata kanan sekaligus mengoptimalkan suhu termal saat Anda memforsir ponsel untuk melibas gim-gim kompetitif berat berdurasi panjang. Hasilnya adalah sebuah stabilitas komputasi tingkat dewa yang bebas dari drama thermal throttling mendadak, membuktikan bahwa label "Ultra" kali ini benar-benar divalidasi oleh jeroan yang tidak kenal kompromi.
- Stamina Badak 6.500 mAh dengan Pengisian Kilat 100W & Wireless 50W: Membawa layar raksasa 6,9 inci dan chipset super buas tidak membuat POCO F8 Ultra kedodoran di sektor manajemen daya. POCO menjejalkan baterai raksasa berkapasitas 6.500 mAh yang dibungkus rapi dalam profil bodi yang terbilang terukur (8,3 mm). Kombinasi kapasitas masif ini menjadi jaminan mutlak untuk penggunaan intensif seharian penuh tanpa rasa cemas. Tak berhenti di situ, pengisian daya kabel 100W HyperCharge siap memompa daya hingga penuh dalam waktu singkat. Lebih impresifnya lagi, varian Ultra ini akhirnya membayar tuntas kekurangan adiknya dengan menghadirkan pengisian nirkabel 50W HyperCharge Wireless, sebuah kepraktisan kelas flagship sejati yang menyempurnakan sektor catu dayanya.
- Setup Rangkaian Kamera Serba 50 MP Tanpa Lensa Celah: Jika lini POCO dulunya identik dengan strategi "satu kamera bagus, sisanya pajangan", POCO F8 Ultra datang untuk menghancurkan stigma tersebut secara brutal. Varian Ultra ini dibekali konfigurasi triple camera yang semuanya menggunakan sensor beresolusi 50 MP, mulai dari kamera utama, kamera telefoto, hingga kamera ultrawide. Ketiadaan penganaktirisan sensor ini menjamin konsistensi detail dan reproduksi warna yang tetap tajam serta presisi di berbagai focal length, baik saat menangkap lanskap luas maupun melakukan zoom objek jarak jauh. Ditambah lagi dengan kamera depan 32 MP yang mumpuni, POCO F8 Ultra membuktikan bahwa ia bukan lagi sekadar HP gaming yang latah membawa kamera, melainkan sebuah perangkat flagship fotografi yang siap diajak berburu konten profesional.
- Layar Raksasa 6,9 Inci & Tata Suara Juara Racikan Bose: Bukan cuma soal dapur pacu buas, POCO F8 Ultra juga siap memanjakan mata dan telinga para pemburu konten multimedia tingkat tinggi. Membentangkan panel AMOLED 6,9 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120Hz, visual yang disajikan terasa sangat imersif dengan bezel yang amat tipis—menjadikan aktivitas maraton film hingga sesi gaming terasa seperti memiliki bioskop mini di genggaman. Pengalaman visual yang megah ini kian sempurna saat dipadukan dengan konfigurasi speaker stereo yang di-tuning langsung oleh raksasa audio dunia, Bose. Suara yang dihasilkan tidak sekadar nyaring, tetapi menyajikan detail bass yang dalam, vokal jernih, dan pemisahan instrumen yang presisi tanpa distorsi meski pada volume maksimal. Ini adalah standar baru multimedia ponsel kelas ultra-flagship.
Kekurangan
- Harga Tembus Rp10,5 Juta, Sisa-sisa "Penyakit" HyperOS Masih Mengintai: Ketika Anda merogoh kocek hingga Rp10.499.000, ekspektasi terhadap sebuah gawai bukan lagi sekadar kencang, melainkan kesempurnaan pengalaman pengguna (user experience). Sayangnya, meski HyperOS 3 pada Android 16 sudah membawa peningkatan animasi yang lebih mulus dan modern, POCO tampaknya belum sepenuhnya rela melepas tabiat lamanya. Di kelas harga dua digit ini, Anda masih bisa mendapati sisa-sisa aplikasi bawaan (bloatware) serta rekomendasi yang terasa seperti gangguan kecil yang tidak pantas ada di sebuah gawai bertitel "Ultra". Bagi pembeli yang membandingkan langsung dengan antarmuka bersih milik kompetitor kelas atas seperti Samsung One UI atau iOS, ketidakrapihan kecil di sektor perangkat lunak ini akan seketika menampar ilusi eksklusivitas yang coba dibangun oleh bodi cantiknya.
- Bodi Raksasa yang 'Over' di Genggaman: Sektor ergonomi menjadi tumbal pertama dari ambisi POCO menghadirkan layar 6,9 inci dan baterai badak 6.500 mAh. Meski ketebalannya terbilang masih wajar (7,9 - 8,3 mm), bentang lebar bodi yang menyentuh angka 77,82 mm membuat gawai ini terasa kelewat bongsor dan over saat berada di telapak tangan. Walaupun urusan ukuran bodi kerap dikembalikan ke selera masing-masing pengguna, tidak bisa dipungkiri bahwa F8 Ultra akan terasa terlalu mengintimidasi bagi pemilik jemari berukuran sedang. Mengoperasikan gawai ini dengan satu tangan (terutama saat membalas pesan cepat atau bernavigasi sembari berjalan) menuntut kewaspadaan ekstra agar tidak mudah tergelincir dari genggaman.
Kesimpulan
POCO F8 Ultra adalah wujud ambisi paling radikal dari POCO untuk lepas dari bayang-bayang label "ponsel murah". Membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan sokongan VisionBoost D8, baterai raksasa 6.500 mAh berdaya isi 100W/50W Wireless, hingga duet visual-audio memukau lewat layar 6,9 inci dan tuning Bose, gawai ini menyajikan daya tawar hardware yang sangat brutal. Kehadiran setup triple camera serba 50 MP juga menegaskan bahwa POCO kali ini tidak ingin sekadar memuaskan dahaga para gamer, melainkan membidik takhta ultra-flagship sejati yang siap mengusik kenyamanan para penguasa pasar.
Namun, keberanian mematok harga di angka Rp11.999.000 (atau kisaran 10,5 hingga 12 juta rupiah) membawa konsekuensi hukum alam yang tak bisa ditawar: tidak ada lagi toleransi untuk kompromi. Bodi bongsor yang kurang ramah di genggaman satu tangan, sisa-sisa bloatware serta rekomendasi di HyperOS 3, hingga konsistensi pemrosesan gambar kamera yang belum se-presisi pesaing kawakan, menjadi catatan pahit yang mencoreng panggung kemewahannya. Pada akhirnya, POCO F8 Ultra adalah sebuah gawai monster yang sempurna bagi kaum maksimalis dan power-user yang haus spesifikasi kasta tertinggi, asalkan mereka rela memaklumi beberapa penyakit khas antarmuka dan dimensi raksasanya demi sebuah performa tanpa batas.
