Review Moto G06 Power - Smartphone Baterai Badak Dari Motorola

Ismail Fikri
By -

Belum genap satu tahun semenjak Motorola kembali hadir meramaikan pasar indonesia, telah rilis berbagai smartphone mulai dari kelas entry level hingga flagship. Kini, Motorola meluncurkan smartphone entry level terbarunya, yakni Motorola G06 Power, tepatnya di akhir Oktober 2025. Smartphone yang menjadikan daya tahan baterai sebagai daya jual utama. Dengan berbekal baterai berkapasitas 7.000mAh, HP ini seakan ingin menguasai pasar entry-level di indonesia.

Selain baterai besar, G06 Power memiliki beberapa keunggulan yang sulit ditiru kompetitor lain, seperti layar luas dengan refresh rate 120Hz serta desain dengan finishing premium. Mengingat harga jualnya hanya di kisaran 1,5 jutaan, tentu ada sektor yang dikorbankan atau dipangkas guna menekan harga. Apa sajakah itu? ulasan ini akan membahas lebih dalam mengenai spesifikasi, kekurangan dan kelebihan dari HP ini, dan membantu konsumen yang sedang bingung mencari smartphone.  

Sumber gambar: carisinyal.com

Spesifikasi Moto G06 Power 

Rilis
Oktober 2025
Jaringan
2G / 3G / 4G 
Dimensi
171,3 x 77,5 x 8,8 mm
Layar
6,8" IPS LCD
Refresh rate 120Hz
Resolusi 1640 x 720 (HD+) 
Sistem Operasi
Android 15
Chipset
MediaTek Helio G81 Ekstreme
GPU
Arm Mali-G52 MC2
RAM & ROM
4 | 64GB, 4 | 128GB, 8 | 256GB, 12 | 256GB (LPDDR4X | eMMC 5.1)
Kamera Belakang
50 MP Kamera utama
Kamera Depan
8 MP
Baterai
7.000mAh (Standar), Pengisian Daya 18W 
IP Rating
IP64 (tahan debu dan percikan air)
Sensor
Sensor cahaya sekitar, Sidik jari, Proksimitas, Akselerometer.
Warna
Laurel Oak, Tapestry, Tendril.
Harga
Mulai Rp 1.499.000
Paket Penjualan
Ponsel, Adaptor, Kabel USB Tipe C, Alat Pembuka SIM, Casing pelindung, Panduan cepat. 

Kelebihan

  • Baterai Besar: Saat ini, baterai berkapasitas 7.000mAh mulai banyak digunakan berbagai brand smartphone. Motorola mengambil langkah berani, dengan menyematkan baterai besar tersebut pada produk entry-level mereka, yakni Moto G06 Power. Mengacu pada situs resminya, HP ini mampu bertahan hingga 62 jam penggunaan. Cocok bagi pengguna dengan produktifitas tinggi, sehingga perlu sering-sering mengisi daya. Mungkin kata "Power" pada namanya merujuk pada hal ini.
  • Refresh Rate 120Hz: Refresh rate mengacu pada cepat lambatnya pergerakan layar pada suatu smartphone. Semakin besar refresh rate, maka pergerakan layar semakin lancar atau responsif. Umumnya, smartphone dengan harga 1-2 juta rupiah memiliki layar dengan refresh rate hingga 90Hz. Meski bukan yang tercepat, 120Hz tergolong baik dan melampaui banyak kompetitor di harga yang sama. 
  • Desain & Finishing Premium: Kelebihan ini sepertinya tidak hanya berlaku untuk Moto G06 Power, melainkan semua smartphone Motorola. Berbeda dengan brand lain, varian warna yang ditawarkan memiliki ciri khas yang unik, stylish dan trendi. Di balut dengan finishing Vegan Lether, kesan premium kian mendominasi ketika berada dalam genggaman, serta tidak mudah meninggalkan jejk sidik jari. 
  • Stereo Speaker: Harganya mungkin terjangkau. Namun, smartphone ini memiliki stereo speaker yang umumnya hanya dimiliki kelas mid-range dan atau flagship. Speaker ini juga sudah mendukung dolby atmos, sehingga menghasilkan audio yang lebih imersif, serta detail tinggi. Straming youtub, nonton film, atau hanya sekedar mendengarkan musik menjadi lebih puas karena suara yang seimbang antara dua sisi.
  • Fitur Tambahan Berarti: Moto G06 Power membawa beberapa fitur berarti yang sangat berguna di zaman sekarang. Diantaranya yakni dukungan NFC yang salah satu fungsinya dapat mengisi e-money dengan HP, sertifikasi IP64 yang berarti tahan debu dan percikan air, slot microSD yang dapat digunakan untuk menambah penyimpanan via SD card, serta masih tersedia lubang kecil yang berfungsi menyambungkan headset kabel, yakni port audio jack 3,5mm.

Kekurangan

  • Dimensi Tebal dan Berat: Di balik baterai yang besar, terdapat kekurangan yang perlu dipertimbangkan, yakni ketebalan bodi-nya. Moto G06 Power memiliki bodi dengan ketebalan di 8,8mm, serta bobot yang cukup berat, sekitar 220 gram. Hal ini mungkin berdampak pada kenyamanan pengguna saat menggenggam HP, terutama jika hanya dengan satu tangan dengan waktu yang cukup lama. 
  • Pengisian Daya Lambat: Smartphone yang mempunyai baterai besar akan terasa kurang jika tidak dibarengi dengan dukungan isi daya cepat. Hal ini berlaku pada smartphone ini, yang mana hanya mendukung pengisian daya 18Watt. Beberapa youtuber menjelaskan bahwa untuk mengisi daya dari nol hingga penuh, membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Waktu yang cukup lama untuk kamu yang memiliki jadwal padat. 
  • Resolusi HD+: Kekurangan yang selanjutnya datang dari sektor layar, yang mana resolusi nya hanya 1640 x 720, atau HD+. Meski memiliki refresh rate tinggi serta audio yang mumpuni, pengalaman nonton filim menjadi kurang maksimal karena visual yang dihasilkan tidak begitu tajam seperti layar dengan resolusi lebih tinggi. 

Kesimpulan

Langkah yang cukup berani diambil oleh motorola, dengan merilis Moto G06 Power di kelas entry-level. Dengan baterai 7.000mAh menjadi daya jual utama, target pasarnya adalah pengguna yang membutuhkan smartphone yang mampu menemani aktivitas seharian, tanpa perlu sering isi daya. Selain baterai, beberapa keungulan lain juga tidak kalah penting guna menunjang produktifitas, seperti refresh rate tinggi, speaker lantang, NFC, hingga IP rating untuk ketahanan di luar ruangan. Desainnya juga premium berkat warna khas serta finishing vegan lether. 


Jika mengacu pada banyaknya kelebihan yang ditawarkan, pasti akan menggiurkan semua orang. Namun, ada beberapa bagian yang mendapat kompromi, guna menyeimbangkan harga. Pengisian daya yang relatif lambat mungkin akan mengganggu sebagian pengguna. Bodinya juga cukup tebal dan berat, tapi dapat dimaklumi mengingat baterai besarnya. Selain itu, resolusi layar pada HP ini cukup tertinggal dari smartphone lain, meski refresh rate bisa diadu. jika kamu dapat memaklumi dan menerima segala kekurangan yang telah disebutkan, Moto G06 Power bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menemani akivitas harianmu.